Tatkala Pacar Berhijrah



Assalamu’alaikum, jombs. Sudah berikhtiar untuk mendapatkan jodoh hari ini? Jika belum, tenang. Ada mimin yang selalu mendoakan readers agar cepat dipertemukan dengan jodohnya, semoga doa itu kembali ke mimin. Ya mimin gak mau rugi lah haha. Aamiin.



Readers, pernahkah kamu mengalami kegalauan yang hakiki akibat ditinggal hijrah oleh pacar? Hubungan yang lagi anget-angetnya seperti tahu bulat yang digoreng dadakan, tiba-tiba harus berakhir karena dia ingin berhijrah. Apalagi dia meninggalkanmu seminggu sebelum ulang tahunmu. Tragis sekali nasibmu, nak! Tapi tenang, mimin punya solusi untuk kamu yang pernah mengalaminya.

Sejatinya pacaran itu adalah kenikmatan yang menipu, hanya kenikmatan duniawi. Percuma jika kamu sudah menjadi pribadi yang taat tapi masih pacaran, sama saja kamu meletakkan satu kakimu di surga dan satu kakimu di neraka. Apa bisa begitu? Tentu tidak! Karena manusia itu hanya ada dua jenis, baik dan buruk. Tidak ada manusia yang setengah baik dan setengah buruk.



Jadi, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melepaskannya. Dukunglah dia yang telah meninggalkanmu demi hijrahnya, demi ketaatan kepada Penciptanya. Eits, tapi sebelum resmi berpisah, ada baiknya juga kamu membuat kesepakatan. Ingat, kesepakatan. Bukan komitmen. Karena komitmen biasa digunakan sebagai alibi oleh dua orang yang saling memiliki rasa tapi tidak mau pacaran, padahal melakukan sesuatu seperti pacaran pada umumnya. Ya sama saja dosa, kan? Buatlah kesepakatan seperti, “Apabila suatu saat nanti kita sudah sama-sama siap dan aku belum menemukanmu bersama orang lain, maka izinkanlah aku bertemu dengan orang tuamu. Tapi apabila di tengah perjalanan hijrahku ternyata ada seseorang yang lebih baik menemukanmu lebih dulu, maka lepaskanlah aku dan hidup bahagia bersamanya,” misalnya. Dengan begitu ukhuwah yang telah terjaga selama ini tidak akan rusak begitu saja, meskipun pada akhirnya kamu benar-benar berpisah. Tapi ketika suatu hari nanti kamu dipertemukan lagi dengan dia yang sudah istiqomah, maka menikahlah. Karena dia lah yang akan menuntunmu menuju surga-Nya. Lain lagi jika kamu adalah seseorang yang selalu haus akan cinta dan tidak sabar menunggu dia dalam ketaatannya, maka boleh saja kamu mencari sosok lain yang bisa memenuhi kebutuhan cintamu. Boleh. Tentu boleh, jika masih ingin menanggung dosa pacaran ya haha.

Akan lebih baik jika kamu juga sibuk memperbaiki diri, ikut berhijrah sekalian. Tapi perkara hijrah bukanlah suatu perkara yang dapat dipaksakan. Apalagi kamu terpaksa ikut berhijrah hanya demi dia yang belum tentu menjadi pendampingmu. Luruskan niat, hijrahlah karena Allah, bukan karena jodoh. Dan kalau pun kamu belum ingin berhijrah tapi masih mencintainya, maka dengan tidak bersikap egois dan tidak menggangu dia dalam hijrahnya itu sudah sangat membantunya. Jangan mencari perhatian dengan mengirim emotikon hati, peluk, dan cium saat dia menghubungimu. Gunakanlah kesempatan itu untuk bertanya seputar agama. Siapa tahu dari proses sharing keagamaan itu dapat meyakinkan dia bahwa kamu adalah seseorang yang pantas untuk menjadi sandaran hatinya kelak.

Lalu bagaimana jika kamu sudah melakukan semuanya tapi ternyata tidak ada tanda-tanda dia akan datang kepadamu lagi? Maka jalan satu-satunya adalah menjadi jomblo yang elegan dan berkualitas, jomblo yang memiliki harga diri yang tinggi dengan tidak mengemis cinta dari sembarang orang. Buktikan kepada dunia bahwa kamu adalah seseorang yang bisa hidup tanpa pacaran. Self-upgrade, perluas social circle. Ikut kajian atau ta’lim, seminar pra nikah juga menarik kok. Hangout ke pantai boleh juga, asal jangan menenggelamkan diri di laut. Ikut mendaki gunung juga sepertinya seru, asal jangan terjun ke jurang. Jangan terus-terusan mengurung diri di kamar sambil mendengarkan lagu galau. Tidak mau makan hingga lama-lama kamu mati dalam kegalauan. Tidak mendapat jodoh, masuk neraka pula. Naudzubillah.



Begitu pula jika kamu yang berada di pihak yang ingin berhijrah sedangkan kamu memiliki pacar. Belum siap rasanya jika harus hidup tanpa dia, berat jika nantinya melihat dia bersama orang lain. Jangan khawatir wahai readers, lepaskan dia. Biarkan kamu istiqomah dalam ketaatanmu. Rencana Allah akan selalu lebih indah jika kamu percaya.

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti) yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad)

Sekian postingan singkat mimin kali ini. Sampaikanlah walau hanya satu curhat haha. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. Semoga hidayah selalu tercurah kepada kita semua. Aamiin. Wassalamu’alaikum :)


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Regards

Hidayah Itu Mahal